“HYUNG ANTERIN GUE KE SEKOLAH!”Teriakku sambil mengetuk pintu kamarnya. Pintu berwarna kayu itupun terbuka, keluarlah seorang lelaki yang sangat berotot, tampan dengan tinggi 178cm, dan berat 60kg itu mengucek matanya pertanda dia baru bangun tidur.
“WAEYO?”
“Anterin kesekolah, gue telat!”aku memohon
“Bentar,”Akupun segera turun ke lantai satu, disitu Umma sedang menyiapkan sarapan.
“Aku ngga sempet sarapan, bekelku mana?”tanyaku pada Umma
“Kebiasaan deh terlambat,”Umma berjalan kedapur lalu kembali sambil membawa sebuah kotak makan
“Gumawo Umma!”Akupun mencium pipi kanan-kiri Umma
Ho Young hyungpun menuruni tangga dengan malas-malasan sambil membawa kunci motor ditangan kirinya.
“Aku nganterin ni Hae Young,”Ho Young hyung pun keluar rumah diikuti oleh ku.
Ho Young hyung menyalakan motor sport kesayangannya hadiah dari Appa ketika dia masuk Universitas terkenal di Seoul dan mendapat beasiswa disana. Aku naik di jok belakang, Ho Young Hyungpun langsung tancap gas dan melaju dengan kencang.
Sudah kebiasaanku memanggil Oppaku ini dengan sebutan Hyung yang lazimnya dipakai untuk adik laki-laki, mungkin karena sejak kecil aku sudah bermain dengan Donghae dan Taecyeon yang memanggil kakakku dengan sebutan Hyung sehingga menginspirasiku untuk menyebutnya Hyung juga.
Sesampainya disekolah kulepaskan helm yang ada dikepalaku dan seperti biasa akupun terlambat. Kuserahkan helm yang baru kulepas itu pada Ho Young hyung.
“Gumawo hyung,”ketika aku hendak berlari Ho Young hyung menarik tanganku
“Eit!”ia menunjuk pipinya. AKupun mencium kedua pipinya, “Pulangnya mau dijemput ngga?!”teriak Ho Young hyung karena aku sudah berlari
“NGGA USAH AKU BARENG DONGHAE!”teriakku sambil berlari
***
“Kamu lagi…kamu lagu”Oh Sang seonsaengnim menggelengkan kepalanya ketika melihatku, “apa alasanmu hari ini?”
“Terlambat bangun,”jawabku sedikit santai dan takut
“Aigoo! kenapa alasannya selalu terlambat bangun, memangnya apa yang kau lakukan dimalam hari? apakah kau kerja?!”
“Anio,”
“Trus kenapa?! apa yang membuatmu selalu terlambat bangun? apa yang kau kerjakan dimalam hari?”
“Seharusnya seonsaengnim jangan marah sama Saya, coba amrahi guru-guru yang selalu memberikan banyak tugas dan harus dikumpulkan sehari setelah ia memberikan tugas tersebut,”aku membela diri, “bayangkan bila saya pulang dari sekolah jam 7 malam dengan minimal 2 tugas menanti ditambah ulangan mata pelajaran lain keesokan harinya?”aku membela diri
“AIGOO! kenapa kau begitu pintar dalam mencari alasan!”Oh Sang seonsaengnim memukul kepalaku namun tidak terlalu keras. “SEKARANG KALIAN SEMUA LARI KELILING LAPANGAN INI SEBANYAK 10 KELILING! SEKARANG!”iapun meniupkan sebuah peluit
Akupun mulai berlari seperti yang diinstruksikan. Seorang anak laki-laki yang baru datang langsung dimarahi dan diinstruksikan sama sepertiku. Aku berada di barisan paling belakang dari hukuman lari ini, laki-laki yang baru dihukum tadi langsung mensejajarkan diri denganku.
Seseorang yang dengan tinggi sama dengan kakakku namun sedikit lebih pendek, tidak terlalu berotot namun tidak ada tumpukan lemak atau badannya atletis, mukanya pun bisa dibilang tampan, matanya pun sangat tajam, dan langsung kuketahui bahwa dia anak baru karena aku sangat tidak familiar dengan mukanya. Aku kembali berlari dengan santai, tiba-tiba sebuah jari menyentuh lenganku, akupun melirik kesebelah kananku atau si anak baru itu.
“Kalau terlambat selalu lari hukumannya?”tanyanya dengan suara gentle dan softnya
“Anio, terkadanga bersihin toilet, motong rumput, nyapu disetiap lantai, sampai bersihin gudang sekolah. Anak baru disekolah ini atau baru dihukum?”tanyaku
“Saya anak baru,”jawabnya lalu matanya kembali kearah depan
‘Inikah anak baru yang dibilang Donghae? bukannya dia dateng 3 hari lagi?’tanyaku dalam hati
***
“Iya dia datenganya ternyata hari ini, gue juga baru dibilang sama bokap gue tadi malem,”Donghae kembali melahap rotinya
“Cowo?”tanya TAecyeon
“Iya,”aku mengangguk
Aku, Taecyeon, dan Donghae sedang menikmati makan siang di kelasku. Diantara kita bertiga Taecyeon lah berbeda kelas dengan kami sehingga bila mau ke kantin bareng atau makan bersama kita harus janjian ditempat yang dituju.
Bel masuk kelaspun berbunyi tepat ketika kami selesai makan siang, Taecyeonpun langusng menuju kelasku, sedangkan Aku dan Donghae membereskan tempat duduk kami yang disatukan untuk acara makan siang kami. 7 menit setelah bel dibunyikan Ji Yun seonsaengnim datang sambil membawa beberapa buku dan map di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang kayu yang agak panjang.
“Selamat Siang!”serentak kami berdiri dan membungkukkan badan lalu kembali duduk
“Selamat siang. Bagaimana keadaan kalian hari ini? apakah masih semangat untuk belajar biologi?”tanya guru cantik dan baik hati favorit Donghae
“SEMANGAT!”Donghae dengan semangat yang sedikit ditertawakan anak-anak sekelas
“Aigoo! saya sangat senang mendengarnya apalagi banyak dari kalian yang mampu menjawab 30 soal ujian minggu kemarin,”senyum guru cantik ini tiada habisnya
“Bagaimana dengan nilainya?”tanya Donghae
“Kalian ada peningkatan, khususnya kamu. Untuk nilai tertinggi seperti biasa jatuh pada murid teladan kita yang sellau terlambat Son Hae Young,”satu kelas bertepuk tangan
“Dan nilai tertinggi kedua dipegang oleh murid yang selalu bersemangat pada pelajaran saya dan selalu menunjukkan peningkatan yang baik dalam mata pelajaran saya, Lee Donghae,”semua bertepuk tangan kembali.
“Kapan ulangan lagi seonsaengnim?”canda Donghae, yang diikuti tatapan amrah anak satu kelas
“Oiya untuk menambah semangat kalian apalagi yang siswi perempuan, ada satu teman yang akan bergabung dengan kelas kita”kelaspun sedikit riuh karena banyak anak perempuan yang bisik-bisik (kecuali aku), “harap tenang! Jung Jaemin silahkan masuk,”
Laki-laki yang berlari denganku tadi pagi masuk dengan santai dan tas ransel yang ia gendong dipunggungnya. Semua anak perempuan dikelasku langsung riuh dengan suara mereka.
“Harap tenang, kita persilahkan dulu Jaemin untuk memperkenalkan dirinya. Silahkan,”seonsaengnim mempersilahkan.
“Annyeonghaseyo, nama Saya Jung Jaemin tapi cukup panggil saya Jae,”singkat padat dan jelas
“Ada yang mau bertanya?”seonsangnim melihat murid-murid. Beberapa dari kami mengacungkan tangannya, “Sun Mi silahkan”
“Pindahan dari mana??”tanyanya dengan nada so imut yang langsung disoraki oleh anak-anak sekelas
“Saya dari Amerika tepatnya Boston,”jawabnya, seluruh anak-anak dikelas langsung berkata ‘HUAAAAAA’ dengan nada kagum
“Oke, pertanyaan bisa dilanjutkan saat istirahat dan Jaemin kamu bisa duduk di bangku depan Hae Young dan bila kamu kesulitan bahasa Korea kamu bisa bertanya sama Hae Young karena dia pernah pertukaran pelajar ke Amerika,” seonsaengnim sambil tersenyum
“Ne,”jawab Jae iapun jalan kearah bangku didepanku, JAe manatapku ketika ia berjalan menuju bangkunya iapun duduk dibangku yang disebutkan seonsaengnim
“Sekarang buka buku kalian dan lihat BAB 7, Baek Nam coba kamu baca paragraf pertama,”
Pelajaranpun dilanjutkan dengan hati siswi-siswi yang masih penasaran dengan kemisteriusan anak baru bernama Jung Jaemin.
***